Karena Sering Rusak, Akhirnya Jalan Di Tugu Pancasila Di Beton



Setelah TuguPancasila ditambahkan air mancur dan lampu hias, sekarang giliran jalan yang harus diperbaiki. Jalan yang mengelilingi Monumen Pancasila akan dipasang dengan paving berwarna-warni. Sementara di sisi selatan akan dibeton karena sudah diperbaiki bolak-balik dan rusak lagi.

Kepala Kantor Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Blora Samgautama Karnadjaya mengakui, perbaikan jalan di kompleks Tugu Pancasila tercatat 11 kali. Karena setiap kali rusak lagi diperbaiki. "Tercatat 11 kali rusak. Jadi kali ini dibeton," jelasnya.

Menurutnya, proses perawatan saat ini sedang berlangsung. Sekitar monumen dihancurkan dan ditutup pagar darurat dan garis lingkaran kuning untuk keamanan. Sesuai rencana, pelaksanaan proyek pemeliharaan berlangsung selama 90 hari kalender.

Proyek Rp 483 juta akan dimulai pada 18 Juli 2019 dan berakhir pada 15 Oktober 2019. Volume proyek adalah 52,75 meter x 7,5 meter dan 16 meter x 6 meter jalan beton. Nantinya, di sekitar monumen bundar akan dipasang paving warna.

Sementara jalan beton berada di posisi selatan monumen hingga sebagian memasuki Jalan Gunandar. "Jalan aspal yang mengelilingi monumen itu dihancurkan, dilengkapi dengan paving warna, untuk beton di selatan monumen," tambahnya.

Sekadar diketahui, jalan-jalan di bundaran Tugu Pancasila sering rusak. Diduga ruas jalan tersebut tidak tahan terhadap beban kendaraan tonase berat yang melintas.

Bundaran Monumen Pancasila, yang terletak di persimpangan Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Gunandar, adalah jalur lalu lintas yang vital di pusat Kota Blora. Bundaran tampaknya menjadi penanda jalur yang bisa dilalui oleh truk dan bus. Dari arah Cepu, truk dan bus tidak diizinkan memasuki Jalan Pemuda yang menuju ke Blora Square.

Tonase yang berat harus belok kiri ke Jalan Gunandar. Tikungan ada di bundaran Tugu Pancasila. Bus dan truk dari Rembang menuju Grobogan juga melintasi bundaran Tugu Pancasila menuju Jalan Gunandar.

Sementara itu, Blora Pratikto Nugroho, Kepala Departemen Perumahan dan Transportasi (Dinrumkimhub) Blora Pratikto Nugroho, menambahkan bahwa jalan di bundaran Tugu Pancasila memang harus diperkuat. Sebab, beberapa kali terjadi kerusakan pada ruas jalan. Kerusakan itu antara lain aspal tidak rata karena menahan beban berat kendaraan yang lewat setiap saat. "Jadi itu benar-benar perlu diperkuat agar ruas jalan tidak mudah rusak," tegasnya.

sumber 

0 Response to "Karena Sering Rusak, Akhirnya Jalan Di Tugu Pancasila Di Beton"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel