Musim Kemarau 150 Hektar Tanah Jati di Blora Terbakar

Musim kemarau tahun ini telah menyebabkan kebakaran di beberapa kawasan hutan di Kabupaten Blora di Jawa Tengah.

Setidaknya ratusan hektar hutan jati telah terbakar.
Administrator KPH Blora Afwandy (Adm) mengatakan bahwa hingga Jumat (9/8) lebih dari 150 hektar hutan jati telah dicatat di lima unit pengelolaan hutan (KPH) di Kabupaten Blora, yang telah terbakar di banyak titik.

Kebakaran terjadi di blok, bisa karena sampah daun kering, dan alasan lainnya, "katanya.

Menurut Afwandy, kebakaran hutan terjadi di lima KPH, masing-masing KPH Cepu, KPH Randublalung, KPH Blora, KPH Mantingan dan KPH Kebonharjo.

Data kebakaran yang kami terima dari teman Adm, kawasan hutan yang membakar lebih dari 150 hektar, "jelasnya.

Rincian luasnya, KPH Randublatung 64 hektar, KPH Cepu 67 hektar, KPH Blora 6,2 hektar, KPingan Mantingan 7,1 hektar, dan KPH Kebonharjo 6,3 hektar.

Diakui, pada musim kemarau (musim kemarau) seperti sekarang ini, sebagian besar kawasan hutan jati di lima KPH sangat rawan kebakaran sehingga semua level siaga untuk mengantisipasi kebakaran yang lebih luas.

Dia mengatakan, untuk tujuan perlindungan kebakaran, semua KPH menempatkan tim khusus. Berikut ini adalah dukungan dari pemadam api yang bergerak untuk mengantisipasi kebakaran hutan.

Satdamkar dan fasilitas pendukungnya, lanjutnya, di puncak musim kemarau saat ini tidak hanya bersiaga di tempat masing-masing, tetapi berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Sebelum pergi ke lapangan, petugas pemadam kebakaran telah dilatih, tugasnya adalah bergiliran siang atau malam, "tambahnya
sumber 

0 Response to "Musim Kemarau 150 Hektar Tanah Jati di Blora Terbakar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel